Hiking itu beda dengan climbing sobby.
Nda saya tau caranya kalo climbing, pernahji iya climbing tapi' kuclimbingi pohon mangganya pak imam masjid waktu kecil, ituji climbingku' saya, teai (bukan) panjat tebing. Halahhh!!! Ngomong opo too re'..
Hobi hiking gue dimulai sejak kecil, sejak gue masih unyu-unyu gembel, sejak gue duduk di tempat duduk, menulis di meja tulis, and berdiri di depan papan tulis kelas (bukan di depan kelas bodo'! ckckck) kelas 3 SD. And sejak ayah gue (edede, biar itu bapakji panggilannya, "blog anne kauee"! Hehehee) ngajakin ke kebunnya.
Pagi itu gue lagi sik asyik ngangkang depan TV nonton film kartun, mumpung hari minggu seperti anak kecil pada khususnya Eehhhh ada suara Ayah.
Ayah : Luqman, erokko a'lampa ri kokoa? (Luqman, maukah engkau pergi ke kebun?)
Gue: Gue nggak mau deh Pap lagi asyik nonton nih.
*KEPLAKKK*
suara tengkorak gue bunyi kenna' jitak.
Ayah: mau atau tidak?
Gue: iyye' Ayah mauja' pergi..
Habis matiin TV gue prepare dehh untuk ke kebun. Gue pake' tunggangan istimewa punya Ayah gue. yaitu VESPA!!!
Perjalanannya tuh jauh banget di tambah dengan "tunggangan istimewa" ayah yang tidak se tangguh dulunya bkin pantat nyut-nyut. Singkat cerita, gue udah nyampe' di rumah penduduk disambut dengan ramah banget and setelah kita habisin suguhannya, kita mulai jalan ke kebun.
Gue start dari rumah penduduk tuh jam 9 pagi, Ayah bilang kalo gue jalannya cepat sampe ke kebun tuh cuman 30 menit. Dengan semangat 91 pantang menyerah yang Ayah punya waktu gue dibuat dan sembilan bulan kemudian lahirlah anak unyu-unyu gembel ini. Gue coba niruin semangat Ayah itu. (9'o'9. CUMAN SEMANGATNYA!. Jalannya tuh nanjak nurun-nanjak nurun, berbatu, biasanya juga berpeo' (berlumpur), and di kelilingi pohon. Pokoknya perjalanan itu hidup gue di dominasi dengan warna hijau dan cokelat.
Setelah gue rasa gue udah jalan jauh and lama gue bertanya sama Ayah.
Gue: Ayah, kebunnya masih jauh nggak sih?.
Ayah: Ededeee jangan moko sok jadi orang jakarta disini nak naa makassarji iniee, manna mamo menulisko di blog. Cecceh!
Gue: ???
iyye' pae' Ayah, :(
Ayah, jauh inji kebunna ato nda'??..
Ayah: Dekatmi, sedikitpi baru sampeki' nak.
Gue: asiik
selama perjalanan saya bertanya-tanya dalam hati, kapankah saya sampai di kebun. Setelah terasa kaki ini lelah dan waktu terasa lama saya bertanya lagi ke Ayah.
Saya: Ayah, berapa lama lagi kita akan sampai di kebun?.
Ayah: ededee jangan moko so' berbahasa indonesia yang baik disini naa makassarji ini, manna okkots-okkotsji biasana, nda' menarik do' kalo' EYD nupake' di blog, Cecceh!
Gue: dehhh Ayah tohh, :(
berapa jampi baru sampeki' ini di kebung?.
Njo'! Okkots maki',,ckckckck
Ayah: dekatmi, di depan sanami nak.
Gue: yuhuuu
jalan terusma' nda' kenal lelah, letih, lesu, lunglai, lebayy. Capekma' kurasa jalan, bambang tongmi alloa, la'busu'mi je'ne inunga, cilla' tongmi donggoa. Ckckck. Bertanya'ma' sama Ayah.
Nakke: Ayah, sallona antu, kemaemi kokoa??..
Ayah: ededee, jangko bahasa makassar disini nak, bagaimanami kalo orang kalimantan baca blogmu? Nda' na tauki, manna lahirko di makassar jangan terlalu di pake di blog. Cecceh!
Gue: ededeee Ayah tohh nasaingi komentatorna Indonesian Idol, pedis banget!! :(
Ayah terasa sudah lama, kebunnya dimana?
Ayah: tuh kebunnya di depan.
Gue: iiihhaaa..
Akhirnya sampe juga di kebun. Perjalanannya kira-kira 2 jam dari rumah penduduk tadi. Perjalanan tuh terbayar banget liat kebun gue yang luas, ada rumah-rumah bambunya and dikelilingi pohon, banyakan pohon kapuk. Sebelah selatan kebun tuhh jurang, di sebelah timurnya ada sungai yang airnya jernih trus alirannya nda terlalu deras.
Tanpa bacot-bacit gue langsung ke sungai bersihin kaki yang penih tanah maklum gue nda pake sepatu safety cuman pake sendal swallow warna hijau yang udah gue siletin supaya nda ketukar kalo ke masjid.
Udah puas bersihin kaki and maen air langsung gue bantu Ayah tanam bibit (gue nda tau itu bibit apa karena gue masih polos and nda bertanya, :D). Bersama dua partner Ayah kita tanam bibit sampe' habis. Ternyata ehh ternyata daerah kebun tuhh dibagi tiga. Bentuk persegi tuh punya kakak pertama, disampingnya tuhh persegi juga tapi dibagi dua jadi ada dua segitiga and itu punya kakak kedua gue and satunya lagi punya gue. Daerahnya kami bertiga tuh dibatasi dengan pagar bambu.
Setelah makan sore, istirahat, and mandi-mandi di sungai akhirnya kita pulang jam 4 sore. Perjalanan pulang tuh nda terasa jauhnya, nda seperti waktu pergi tadi, mungkin banyakan turunannya kali yahh hehehee,,
matahari udah nda menampakkan sinarnya waktu gue sampe di rumah penduduk yang ditempati untuk simpan motor. Udah beres-beres gue and Ayah pulang lagi2 dengan "tunggangan istimewa" Ayah tapi kali ini gue berdiri di depan ayah. Selain supaya vespa baik jalannya juga untuk nikmati pemandangan and supaya nda terlelap tidur.
Sejak saat itu gue sering ke kebun. Nikmati pemandangan di hutan tuh nda tertuliskan dengan kata-kata. Apalagi kalo sudah sampe puncak, trus lihat pemandangan ke bawah. Wooooowwww!!!!! Rasanya tuh mungkin seperti belanja barang-barang kesukaan bagi yang hobi shopping, maen game seharian bagi yang gamer sejati, ato nyelam di wakatobi bagi yang hobi menyelam.
Itu cerita gue tentang hobi gue. MANA CERITA LOE!
Tetap ngangkang di depan layar komputer, Laptop, Nb ato gadget-gadget loe and tunggu cerita laen gue.
Wassalamu 'alaikum. :D

0 komentar:
Posting Komentar